Data Dan Informasi - Teknik Komputer Dan Jaringan
Pengertian Data
Data ialah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan
masih memerlukan suatu pengolahan. Data bisa berwujud suatu keadaan,
gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol
lainnya yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan,
obyek, kejadian ataupun suatu konsep.
Dalam kehidupan banyak sekali hal-hal yang terjadi, keanekaragaman
kejadian dari kehidupan setiap orang berbeda-beda sehingga cara pandang
setiap orang terhadap kejadian tersebut pun berbeda-beda (sesuai dengan
apa yang menjadi prinsip dan standar atau tolak ukurnya).
Di dalam dunia IT (Information Technology) pun sama,
kesimpulan terhadap sesuatu yang dianalisa mungkin berbeda tetapi hal
itu dapat diminimalisir dan dihilangkan selama apa yang menjadi
pedomannya pun sama.
Dalam dunia IT dan kebutuhan yang disesuaikan, ternyata banyak sekali
kejadian yang jika kita pandang untuk kemajuan teknologi dan komunikasi
dapat dibuat prosedur dan aturan yang sama sehingga informasi yang
dibutuhkan dari suatu kasus akan sama. Biasanya dalam dunia IT yang
menjadi permasalahan adalah kasus-kasus yang sering terjadi dan untuk
penyelesaiannya masih dengan prosedur yang manual. Beberapa contoh kasus
yang terjadi dibeberapa tempat, seperti pengelolaan data administrasi,
pengelokaan data perpustakaan (sudah banyak yang tidak manual), dan
lain-lain. Untuk mengatasi beberapa contoh kasus diatas diperlukan data
dan informasi yang dibutuhkan.
Beberapa definisi tentang data dari sudut pandang yang berbeda-beda:
1. Menurut berbagai kamus bahasa Inggris-Indonesia, data diterjemahkan sebagai istilah yang berasal dari kata “datum” yang berarti fakta atau bahan-bahan keterangan.
2. Dari sudut pandang bisnis, data bisnis (business data) adalah deskripsi organisasi tentang sesuatu(resources) dan kejadian (transactions) yang terjadi (business data is an organization’s description of things (resources)and events (transactions) that it faces).
3. Data adalah deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi.
4. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian
dan kesatuan nyata. Kejadian adalah sesuatu yang terjadi pada saat
tertentu. Kesatuan nyata adalah berupa suatu objek nyata seperti tempat,
benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi.
Jenis Data Menurut Cara Memperolehnya :
Macam-Macam Data Berdasarkan Sumber Data :
Klasifikasi Data Berdasarkan Jenis Datanya :
Pembagian Jenis Data Berdasarkan Sifat Data :
Jenis-jenis Data Menurut Waktu Pengumpulannya :
Pengertian Informasi
Informasi adalah sejumlah data yang telah diolah melalui pengolahan
data dalam rangka menguji tingkat kebenarannya dan ketercapaiannya
sesuai kebutuhan. Sedangkan data merupakan bahan mentahnya.
Beberapa definisi tentang informasi dari sumber yang berbeda-beda:
1. Menurut Gordon B. Davis dalam bukunya Management Informations System : Conceptual Foundations, Structures, and Development menyebut
informasi sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang berguna
bagi penerimanya dan nyata, berupa nilai yang dapat dipahami di dalam
keputusan sekarang maupun masa depan.
2. Menurut Barry E. Cushing dalam buku Accounting Information System and Business Organization,
dikatakan bahwa informasi merupakan sesuatu yang menunjukkan hasil
pengolahan data yang diorganisasi dan berguna kepada orang yang
menerimanya.
3. Menurut Robert N. Anthony dan John Dearden dalam buku Management Control Systems, menyebut informasi sebagai suatu kenyataan, data, item yang menambah pengetahuan bagi penggunanya.
4. Menurut Stephen A. Moscove dan Mark G. Simkin dalam bukunya Accounting Information Systems : Concepts and Practise mengatakan informasi sebagai kenyataan atau bentuk-bentuk yang berguna yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan bisnis.
Tiga hal penting yang harus diperhatikan dari informasi, yaitu:
1. Informasi merupakan hasil pengolahan data
2. Memberikan makna
3. Bermanfaat
Ciri-ciri informasi yang berkualitas menurut Mc. Leod (1997) yaitu:
a. Akurat, artinya informasi mencerminkan keadaan sebenarnya.
b. Tepat waktu, artinya informasi harus ada saat diperlukan.
c. Relevan, informasi yang diberikan harus sesuai yang dibutuhkan.
d. Lengkap, artinya informasi harus utuh, tidak setengah-setengah.
Berikut ini beberapa ciri informasi yang baik:
a. Aktual, yaitu informasi terkini yang sedang hangat dibicarakan.
b. Faktual, yaitu informasi yang didukung dengan fakta sehingga terjamin kebenarannya.
c. Bahasa yang di pakai/digunakan singkat, padat dan jelas.
d. Menarik , yaitu informasi yang memiliki daya tarik atau daya pikat.
Jenis-jenis informasi meliputi:
1. Absolute Information, merupakan “pohonnya” informasi
yaitu jenis informasi yang disajikan dengan suatu jaminan dan tidak
membutuhkan penjelasan lebih lanjut.
2. Substitusional Information, jenis informasi yang merujuk
pada kasus dimana konsep informasi digunakan untuk sejumlah informasi.
Dalam pengertian ini informasi kadang kala diganti dengan istilah
komunikasi.
3. Philosophic information, jenis informasi yang berkaitan dengan konsep-konsep yang menghubungkan informasi pada pengetahuan dan kebijakan.
4. Subjective information, jenis informasi yang
berkaitandengan perasaan dan informasi manusia. Kehadiran infomasi ini
bergantung pada orang yang menyajikannya.
5. Objective information, jenis informasi yang merujuk pada karakter logis informasi informasi tertentu.
6. Cultural information, informasi yang memberikan tekanan pada dimensi cultural.
Fungsi Sistem Informasi
Beberapa kegunaan atau fungsi sistem informasi antara lain adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat
waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara
sistem informasi.
2. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
3. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
4. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
5. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
6. Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
7. Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
8. Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah
transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan
sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
9. Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk
mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten
dengan jenis barang yang tersedia.
10. Sistem Informasi Manajemen untuk Pendukung Pengambilan Keputusan.
Sebuah sistem keputusan, yaitu model dari sistem dengan mana keputusan
diambil, dapat tertutup atau terbuka. Sebuah sistem keputusan tertutup
menganggap bahwa keputusan dipisah dari masukkan yang tidak diketahui
dari lingkungan. Dalam sistem ini pengambil keputusan dianggap
mengetahui semua perangkat alternatif dan semua akibat atau hasilnya
masing-masing.
11. Sistem Informasi Manajemen Berdasarkan Kegiatan Manajemen.
12. Sistem Informasi Untuk Pengendalian Operasional. Pengendalian
operasional adalah proses pemantapan agar kegiatan operasional
dilaksanakan secara efektif dan efisien. Pengendalian operasional
menggunakan prosedur dan aturan keputusan yang sudah ditentukan lebih
dahulu. Sebagian besar keputusan bisa diprogramkan.
13. Sistem Informasi Untuk Pengendalian Manajemen. Informasi
pengendalian manajemen diperlukan oleh manajer departemen untuk mengukur
pekerjaan, memutuskan tindakan pengendalian, merumuskan aturan
keputusan baru untuk diterapkan personalia operasional, dna mengalokasi
sumber daya.
14. Sistem Informasi Untuk Perencanaan Strategis. Tujuan
perencanaan strategis adalah untuk mengembangkan strategi dimana suatu
organisasi akan mampu mencapai tujuannya. Horison waktu untuk
perencanaan strategis cenderung lama, sehingga perubahan mendasar dalam
organisasi bisa diadakan.
15. Sistem Informasi Manajemen Berdasarkan Fungsi Organisasi.
Sistem informasi manajemen dapat dianggap sebagai suatu federasi
subsistem yang didasarkan atas fungsi yang dilaksanakan dalam suatu
organisasi. Masing-masing subsistem membutuhkan aplikasi-aplikasi yntuk
membentuk semua proses informasi yang berhubungan dengan fungsinya,
walaupun akan menyangkut database, model base dan beberapa program
komputer yang biasa untuk setiap subsistem fungsional. Dalam
masing-masing subsistem fungsional, terdapat aplikasi untuk proses
transaksi, pengendalian operasional, pengendalian manajemen, dan
perencanaan strategis
Komponen-komponen Informasi
Komponen-komponen informasi meliputi:
1. Root of Information, yaitu komponen inti dati
informasi berada pada tahap keluaran pertama sebuah proses pengolahan
data yang biasanya disampaikan oleh orang pertama.
2. Bar of Information, yaitu merupakan badan/batangnya
dari informasi yang disajikan dan memerlukan informasi pendukung, agar
informasi inti dapat diketahui secara utuh. Contoh : headline surat
kabar agar pembaca jelas maka harus membaca informasi selanjutnya.
3. Branch of Information, yaitu informasi dapat
dipahami apabila informasi sebelumnya telah dipahami. Misalnya, ketika
kita membaca glosarium atau indeks ketika membaca sebuah buku.
4. Stick of information, yaitu komponen informasi yang
sederhana dari cabang informasi. Bentuk dari informasi ini biasanya
berbentuk pengayaan pengetahuan, kedudukannya hanya sebagai pelengkap,
terhadapa informasi yang ada.
5. Bud of Information, yaitu komponen informasi yang
sifatnya semi mikro namun sangat dibutuhkan, sehingga diwaktu mendatang
informasi ini akan berkembang dan dicari orang, misalnya informasi
tentang multiple intelligence, hypoteaching, kurikulum masa depan,
pembelajaran abad ke 21, dan lain-lain.
6. Leaf of Information, yaitu merupakan informasi
pelindung untuk menjelaskan konidisi dan situasi ketika informasi itu
mucul ke permukaan, seperti informasi tentang prakiraan cuaca, prakiraan
kemarau panjang, prakiraan gempa atau gerhana matahari/bulan.
Perubahan Data Menjadi Informasi
Pemrosesan data (data processing) adalah jenis pemrosesan yang
dapat mengubah DATA menjadi INFORMASI atau pengetahuan. Pemrosesan data
ini sering menggunakan komputer sehingga bisa berjalan secara otomatis.
Setelah diolah, data ini biasanya mempunyai nilai yang informatif jika
dinyatakan dan dikemas secara terorganisir dan rapi, maka istilah
pemrosesan data sering dikatakan sebagai sistem informasi. Kedua istilah
ini mempunyai arti yang hampir sama,pemrosesan data mengolah dan
memanipulasi data mentah menjadi informasi (hasil pengolahan),
sedangkan sistem informasi memakai data sebagai bahan masukan dan
menghasilkan informasi sebagai produk keluaran.Pada saat ini kegiatan
Data Processing sudah semakin luas, baik yang berorientasi kepada ilmu
pengetahuan, komersil/bisnis maupun kegiatan pemerintahan, sehingga data
yang diolahpun akan bermacam-macam sesuai dengan bidang pekerjaan
tersebut.
Dari keterangan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa data tersebut
merupakan bahan yang akan diolah menjadi suatu bentuk yang lebih berguna
dan lebih mempunyai arti. Sedangkan informasi adalah hasil pengolahan
data atau hasil proses dari data tersebut. Proses perubahan dari data
menjadi informasi merupakan :
– DATA
– PENGOLAHAN
– INFORMASI
Fungsi utama dari pengolahan data. Cara pengolahan data menjadi
informasi tersebut bisa bermacam-macam misalnya secara manual (sempoa),
mekanis (register), elektris (kalkulator) dan elektronik (komputer).
Informasi merupakan data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang
sesuai dengan keinginan pengguna informasi berdasarkan data-data yang
ada. Dalam siklus informasi data diolah melalui suatu proses menjadi
informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat
keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti mengasilkan suatu
tindakan lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut
akan ditangkap sebagai input, diproses lagi menjadi suatu model dan
seterusnya membentuk suatu siklus.
katakunci : pengertian data dan informasi
Data ialah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan
masih memerlukan suatu pengolahan. Data bisa berwujud suatu keadaan,
gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol
lainnya yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan,
obyek, kejadian ataupun suatu konsep.
Dalam kehidupan banyak sekali hal-hal yang terjadi, keanekaragaman
kejadian dari kehidupan setiap orang berbeda-beda sehingga cara pandang
setiap orang terhadap kejadian tersebut pun berbeda-beda (sesuai dengan
apa yang menjadi prinsip dan standar atau tolak ukurnya).
Di dalam dunia IT (Information Technology) pun sama,
kesimpulan terhadap sesuatu yang dianalisa mungkin berbeda tetapi hal
itu dapat diminimalisir dan dihilangkan selama apa yang menjadi
pedomannya pun sama.
Dalam dunia IT dan kebutuhan yang disesuaikan, ternyata banyak sekali
kejadian yang jika kita pandang untuk kemajuan teknologi dan komunikasi
dapat dibuat prosedur dan aturan yang sama sehingga informasi yang
dibutuhkan dari suatu kasus akan sama. Biasanya dalam dunia IT yang
menjadi permasalahan adalah kasus-kasus yang sering terjadi dan untuk
penyelesaiannya masih dengan prosedur yang manual. Beberapa contoh kasus
yang terjadi dibeberapa tempat, seperti pengelolaan data administrasi,
pengelokaan data perpustakaan (sudah banyak yang tidak manual), dan
lain-lain. Untuk mengatasi beberapa contoh kasus diatas diperlukan data
dan informasi yang dibutuhkan.
Beberapa definisi tentang data dari sudut pandang yang berbeda-beda:
1. Menurut berbagai kamus bahasa Inggris-Indonesia, data diterjemahkan sebagai istilah yang berasal dari kata “datum” yang berarti fakta atau bahan-bahan keterangan.
2. Dari sudut pandang bisnis, data bisnis (business data) adalah deskripsi organisasi tentang sesuatu(resources) dan kejadian (transactions) yang terjadi (business data is an organization’s description of things (resources)and events (transactions) that it faces).
3. Data adalah deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi.
4. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian
dan kesatuan nyata. Kejadian adalah sesuatu yang terjadi pada saat
tertentu. Kesatuan nyata adalah berupa suatu objek nyata seperti tempat,
benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi.
Jenis Data Menurut Cara Memperolehnya :
- Data Primer adalah secara langsung diambil dari objek / obyek
penelitian oleh peneliti perorangan maupun organisasi. Contoh :
Mewawancarai langsung penonton bioskop 21 untuk meneliti preferensi
konsumen bioskop. - Data Sekunder adalah data yang tidak secara langsung dari objek
penelitian. Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan
oleh orang lain dengan berbagai cara atau metode baik secara komersial
maupun non komersial. Contoh : pada peneliti yang menggunakan data
statistik hasil riset dari surat kabar atau majalah.
Macam-Macam Data Berdasarkan Sumber Data :
- Data Internal adalah data yang menggambarkan situasi dan kondisi
pada suatu organisasi secara internal. Contoh : data keuangan, data
pegawai, data produksi. - Data Eksternal adalah data yang menggambarkan situasi serta kondisi
yang ada di luar organisasi. Contoh : data jumlah penggunaan suatu
produk pada konsumen, tingkat preferensi pelanggan, persebaran penduduk,
dan lain sebagainya.
Klasifikasi Data Berdasarkan Jenis Datanya :
- Data Kuantitatif adalah data yang dipaparkan dalam bentuk
angka-angka. Misalnya adalah jumlah pembeli saat hari raya idul adha,
tinggi badan siswa kelas 3 ips 1, dan lain-lain. - Data Kualitatif adalah data yang disajikan dalam bentuk kata-kata
yang mengandung makna. Contohnya seperti persepsi konsumen terhadap
botol air minum dalam kemasan, anggapan para ahli terhadap psikopat dan
lain-lain.
Pembagian Jenis Data Berdasarkan Sifat Data :
- Data Diskrit adalah data yang nilainya adalah bilangan asli. Contoh :
adalah berat badan ibu-ibu pkk Perumahan Riung Bandung, nilai dolar
dari waktu ke waktu, dll. - Data Kontinyu adalah data yang nilainya ada pada suatu interval
tertentu atau berada pada nilai yang satu ke nilai yang lainnya. Contoh :
penggunaan kata sekitar, kurang lebih, kira-kira, dan sebagainya. Dinas
pertanian daerah pengimpor bahan baku makanan.
Jenis-jenis Data Menurut Waktu Pengumpulannya :
- Data Cross Section adalah data yang menunjukkan titik waktu
tertentu. Contoh : laporan keuangan per 31 desember 2006, data pelanggan
PT. angin ribut bulan mei 2004, dan lain sebagainya. - Data Time Series / Berkala Data berkala adalah data yang datanya
menggambarkan sesuatu dari waktu ke waktu atau periode secara historis.
Contoh : data time series adalah data perkembangan nilai tukar dollar
amerika terhadap euro eropa dari tahun 2004 sampai 2006, jumlah pengikut
jamaah nurdin m. top dan doktor azahari dari bulan ke bulan, dll. Fakta
(bahasa Latin: factus) ialah segala sesuatu yang tertangkap oleh indra
manusia.
Pengertian Informasi
Informasi adalah sejumlah data yang telah diolah melalui pengolahan
data dalam rangka menguji tingkat kebenarannya dan ketercapaiannya
sesuai kebutuhan. Sedangkan data merupakan bahan mentahnya.
Beberapa definisi tentang informasi dari sumber yang berbeda-beda:
1. Menurut Gordon B. Davis dalam bukunya Management Informations System : Conceptual Foundations, Structures, and Development menyebut
informasi sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang berguna
bagi penerimanya dan nyata, berupa nilai yang dapat dipahami di dalam
keputusan sekarang maupun masa depan.
2. Menurut Barry E. Cushing dalam buku Accounting Information System and Business Organization,
dikatakan bahwa informasi merupakan sesuatu yang menunjukkan hasil
pengolahan data yang diorganisasi dan berguna kepada orang yang
menerimanya.
3. Menurut Robert N. Anthony dan John Dearden dalam buku Management Control Systems, menyebut informasi sebagai suatu kenyataan, data, item yang menambah pengetahuan bagi penggunanya.
4. Menurut Stephen A. Moscove dan Mark G. Simkin dalam bukunya Accounting Information Systems : Concepts and Practise mengatakan informasi sebagai kenyataan atau bentuk-bentuk yang berguna yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan bisnis.
Tiga hal penting yang harus diperhatikan dari informasi, yaitu:
1. Informasi merupakan hasil pengolahan data
2. Memberikan makna
3. Bermanfaat
Ciri-ciri informasi yang berkualitas menurut Mc. Leod (1997) yaitu:
a. Akurat, artinya informasi mencerminkan keadaan sebenarnya.
b. Tepat waktu, artinya informasi harus ada saat diperlukan.
c. Relevan, informasi yang diberikan harus sesuai yang dibutuhkan.
d. Lengkap, artinya informasi harus utuh, tidak setengah-setengah.
Berikut ini beberapa ciri informasi yang baik:
a. Aktual, yaitu informasi terkini yang sedang hangat dibicarakan.
b. Faktual, yaitu informasi yang didukung dengan fakta sehingga terjamin kebenarannya.
c. Bahasa yang di pakai/digunakan singkat, padat dan jelas.
d. Menarik , yaitu informasi yang memiliki daya tarik atau daya pikat.
Jenis-jenis informasi meliputi:
1. Absolute Information, merupakan “pohonnya” informasi
yaitu jenis informasi yang disajikan dengan suatu jaminan dan tidak
membutuhkan penjelasan lebih lanjut.
2. Substitusional Information, jenis informasi yang merujuk
pada kasus dimana konsep informasi digunakan untuk sejumlah informasi.
Dalam pengertian ini informasi kadang kala diganti dengan istilah
komunikasi.
3. Philosophic information, jenis informasi yang berkaitan dengan konsep-konsep yang menghubungkan informasi pada pengetahuan dan kebijakan.
4. Subjective information, jenis informasi yang
berkaitandengan perasaan dan informasi manusia. Kehadiran infomasi ini
bergantung pada orang yang menyajikannya.
5. Objective information, jenis informasi yang merujuk pada karakter logis informasi informasi tertentu.
6. Cultural information, informasi yang memberikan tekanan pada dimensi cultural.
Fungsi Sistem Informasi
Beberapa kegunaan atau fungsi sistem informasi antara lain adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat
waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara
sistem informasi.
2. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
3. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
4. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
5. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
6. Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
7. Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
8. Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah
transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan
sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
9. Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk
mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten
dengan jenis barang yang tersedia.
10. Sistem Informasi Manajemen untuk Pendukung Pengambilan Keputusan.
Sebuah sistem keputusan, yaitu model dari sistem dengan mana keputusan
diambil, dapat tertutup atau terbuka. Sebuah sistem keputusan tertutup
menganggap bahwa keputusan dipisah dari masukkan yang tidak diketahui
dari lingkungan. Dalam sistem ini pengambil keputusan dianggap
mengetahui semua perangkat alternatif dan semua akibat atau hasilnya
masing-masing.
11. Sistem Informasi Manajemen Berdasarkan Kegiatan Manajemen.
12. Sistem Informasi Untuk Pengendalian Operasional. Pengendalian
operasional adalah proses pemantapan agar kegiatan operasional
dilaksanakan secara efektif dan efisien. Pengendalian operasional
menggunakan prosedur dan aturan keputusan yang sudah ditentukan lebih
dahulu. Sebagian besar keputusan bisa diprogramkan.
13. Sistem Informasi Untuk Pengendalian Manajemen. Informasi
pengendalian manajemen diperlukan oleh manajer departemen untuk mengukur
pekerjaan, memutuskan tindakan pengendalian, merumuskan aturan
keputusan baru untuk diterapkan personalia operasional, dna mengalokasi
sumber daya.
14. Sistem Informasi Untuk Perencanaan Strategis. Tujuan
perencanaan strategis adalah untuk mengembangkan strategi dimana suatu
organisasi akan mampu mencapai tujuannya. Horison waktu untuk
perencanaan strategis cenderung lama, sehingga perubahan mendasar dalam
organisasi bisa diadakan.
15. Sistem Informasi Manajemen Berdasarkan Fungsi Organisasi.
Sistem informasi manajemen dapat dianggap sebagai suatu federasi
subsistem yang didasarkan atas fungsi yang dilaksanakan dalam suatu
organisasi. Masing-masing subsistem membutuhkan aplikasi-aplikasi yntuk
membentuk semua proses informasi yang berhubungan dengan fungsinya,
walaupun akan menyangkut database, model base dan beberapa program
komputer yang biasa untuk setiap subsistem fungsional. Dalam
masing-masing subsistem fungsional, terdapat aplikasi untuk proses
transaksi, pengendalian operasional, pengendalian manajemen, dan
perencanaan strategis
Komponen-komponen Informasi
Komponen-komponen informasi meliputi:
1. Root of Information, yaitu komponen inti dati
informasi berada pada tahap keluaran pertama sebuah proses pengolahan
data yang biasanya disampaikan oleh orang pertama.
2. Bar of Information, yaitu merupakan badan/batangnya
dari informasi yang disajikan dan memerlukan informasi pendukung, agar
informasi inti dapat diketahui secara utuh. Contoh : headline surat
kabar agar pembaca jelas maka harus membaca informasi selanjutnya.
3. Branch of Information, yaitu informasi dapat
dipahami apabila informasi sebelumnya telah dipahami. Misalnya, ketika
kita membaca glosarium atau indeks ketika membaca sebuah buku.
4. Stick of information, yaitu komponen informasi yang
sederhana dari cabang informasi. Bentuk dari informasi ini biasanya
berbentuk pengayaan pengetahuan, kedudukannya hanya sebagai pelengkap,
terhadapa informasi yang ada.
5. Bud of Information, yaitu komponen informasi yang
sifatnya semi mikro namun sangat dibutuhkan, sehingga diwaktu mendatang
informasi ini akan berkembang dan dicari orang, misalnya informasi
tentang multiple intelligence, hypoteaching, kurikulum masa depan,
pembelajaran abad ke 21, dan lain-lain.
6. Leaf of Information, yaitu merupakan informasi
pelindung untuk menjelaskan konidisi dan situasi ketika informasi itu
mucul ke permukaan, seperti informasi tentang prakiraan cuaca, prakiraan
kemarau panjang, prakiraan gempa atau gerhana matahari/bulan.
Perubahan Data Menjadi Informasi
Pemrosesan data (data processing) adalah jenis pemrosesan yang
dapat mengubah DATA menjadi INFORMASI atau pengetahuan. Pemrosesan data
ini sering menggunakan komputer sehingga bisa berjalan secara otomatis.
Setelah diolah, data ini biasanya mempunyai nilai yang informatif jika
dinyatakan dan dikemas secara terorganisir dan rapi, maka istilah
pemrosesan data sering dikatakan sebagai sistem informasi. Kedua istilah
ini mempunyai arti yang hampir sama,pemrosesan data mengolah dan
memanipulasi data mentah menjadi informasi (hasil pengolahan),
sedangkan sistem informasi memakai data sebagai bahan masukan dan
menghasilkan informasi sebagai produk keluaran.Pada saat ini kegiatan
Data Processing sudah semakin luas, baik yang berorientasi kepada ilmu
pengetahuan, komersil/bisnis maupun kegiatan pemerintahan, sehingga data
yang diolahpun akan bermacam-macam sesuai dengan bidang pekerjaan
tersebut.
Dari keterangan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa data tersebut
merupakan bahan yang akan diolah menjadi suatu bentuk yang lebih berguna
dan lebih mempunyai arti. Sedangkan informasi adalah hasil pengolahan
data atau hasil proses dari data tersebut. Proses perubahan dari data
menjadi informasi merupakan :
– DATA
– PENGOLAHAN
– INFORMASI
Fungsi utama dari pengolahan data. Cara pengolahan data menjadi
informasi tersebut bisa bermacam-macam misalnya secara manual (sempoa),
mekanis (register), elektris (kalkulator) dan elektronik (komputer).
Informasi merupakan data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang
sesuai dengan keinginan pengguna informasi berdasarkan data-data yang
ada. Dalam siklus informasi data diolah melalui suatu proses menjadi
informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat
keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti mengasilkan suatu
tindakan lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut
akan ditangkap sebagai input, diproses lagi menjadi suatu model dan
seterusnya membentuk suatu siklus.
katakunci : pengertian data dan informasi
0 Response to "Data Dan Informasi - Teknik Komputer Dan Jaringan"
Posting Komentar