Laporan PKL (Praktek Kerja Lapangan) Yang Baik dan Benar ( BAB 3)
BAB III
PEMBAHASAN
MENGHUBUNGKAN CISCO PACKET TRACER DENGAN 2 ROUTER
3.1 Sejarah
Cisco Packet
Tracer
Pada
awal 1980-an, ada sepasang suami istri yaitu Len dan Sandy Bosack yang dulu
bekerja di dua departemen komputer yang berbeda yang terletak di Stanford
University. Pasangan ini sedang menghadapi masalah dalam membuat komputer
mereka berkomunikasi satu sama lain. Untuk mengatasi masalah ini, mereka
membuat sebuah Server Gateway di ruang tamu mereka yang menuju cara sederhana
membuat dua departemen berkomunikasi satu sama lain dengan bantuan protokol IP.
Mereka mendirikan cisco Systems (dengan c kecil) pada tahun 1984, memiliki Server
Gateway komersial kecil yang membawa sebuah revolusi dalam Networking. Nama
perusahaan diubah menjadi Cisco Systems, Inc pada tahun 1992. Advanced Gateway
Server (AGS) adalah produk pertama yang dipasarkan perusahaan. Setelah ini
datang Mid-Range Gateway Server (MGS), Compact Gateway Server (CGS), Integrated
Gateway Server (IGS) dan AGS +.
Untuk
mendapatkan Cisco Certified
Internetwork Expert (CCIE) maka Ciscon membuat suatu seri sertifikasi,
yaitu:
a. CCNA (Cisco Certified Network
Associate)
b. CCNP (Cisco Certified Network
Professional)
c.
CCIE
(Cisco Certified Internetwork Expert)
Versi
saat ini dari Packet Tracer mendukung sebuah array dari simulasi protokol
lapisan Aplikasi, serta dasar routing dengan RIP, OSPF, dan EIGRP, sejauh yang
diperlukan oleh kurikulum CCNA saat ini. Sementara Packet Tracer bertujuan
untuk memberikan simulasi realistis dari jaringan fungsional, aplikasi ini
hanya menggunakan sejumlah kecil dari fitur yang ditemukan dalam perangkat
keras yang sebenarnya menjalankan Cisco IOS saat ini. Dengan demikian, Pengusut
Paket yang cocok untuk jaringan produksi model. Dengan diperkenalkannya versi
5.3, beberapa fitur baru yang ditambahkan, termasuk BGP. BGP bukan bagian dari
kurikulum CCNA. Ini adalah bagian dari kurikulum CCNP.
Berikut
apa saja fasilitas yang baru di Packet Tracer :
a.
Improved
Linksys models, wireless securit.
b.
New
PPPoE, enhanced IPSec, Cable and DSL enhancements.
c.
Call
Manager Express (VOIP support).
d.
FTP
server and routers/switches -Server and Client.
e.
system (SMTP –POP3) -Server and Client.
f.
Improved
multiarea OSPF, EIGRP.
g.
BGP–realistic
representation of Internet for scenarios.
h.
Generic
IP end devices –to create more versatility in device creation.
i.
Activity
Wizard Initial Tree enhancements –more scenario variations.
Gambar 3.1 Tampilan
Awal Cisco Packet
Tracer
3.2 Pengertian dan Manfaat Cisco Packet Tracer
3.2.1 Pengertian
Cisco adalah peralatan utama yang banyak digunakan pada Jaringan
Area Luas atau Wide Area Network (WAN). Dengan cisco router, informasi dapat
diteruskan ke alamat-alamat yang berjauhan dan berada di jaringan komputer yang
berlainan. Yang bertujuan untuk dapat meneruskan paket data dari suatu LAN ke
LAN lainnya.
Cisco
Packet Tracer adalah sebuah solusi bagi
para pembelajar cisco untuk membuat konsep jaringan sementara, mungkin bisa
juga di terapkan untuk implementasi sebenarnya sebelum membuat jaringan yang
benar-benar nyata.
Aplikasi Cisco Packet Tracer yang
merupakan program simulator yang dipergunakan untuk mendesign sebuah jaringan
tanpa menggunakan alat
yang asli atau hanya menggunakan alat berupa virtual.
3.2.2
Manfaat
Sebagai
engineer yang akan menawarkan jasa pembuatan jaringan, maka dengan menggunakan
tool Cisco Packet Tracer akan sedikit memberikan manfaat sebagai berikut :
1. Dapat
memberikan informasi secara detail kepada orang awam yang tidak mengenal dunia jaringan komputer.
2. Mensimulasikan
jaringan sehingga mengetahui secara detail konfigurasi yang paling sesuai
dengan kondisi yang ada.
3. Bagi
yang hendak mengikuti sertifikasi Cisco, menggunakan Cisco Packet Tracer adalah
pilihan yang tepat untuk Nge-Lab.
3.3 Langkah-Langkah Menghubungkan Cisco Packet Tracer
Dengan
2 Router
Berikut langkah- langkah menggunakan Cisco
Packet
Tracer dengan 2 router :
1. Langkah
yang pertama bukalah aplikasi Cisco Packet Tracer anda yang ada pada komputer
anda.
Gambar 3.2 Tampilan
Root Cisco Packet
Tracer
2. Kemudian
siapkan device-device yang dibutuhkan. Yaitu 2 buah router, 4 buah PC, dan 2
buah switch. Lalu
hubungkanlah dengan menggunakan kabel yang sesuai.
3. Lalu
hubungkanlah perangkat tersebut sesuai dengan kabel yang dibutuhkan :
a.
PC to Switch
(Cooper-Straight Through)
b.
Switch to Router
(Cooper-Straight Through)
c.
Router to PC (Cooper-Cross
Over)
d.
Router to Router ( Serial DTE)
4. Untuk Router to Router, kita jangan dulu
menghubungkannya, karena ada beberapa hal yang harus kita lakukan, yaitu :
a.
Untuk router pertama (Router 1), pada tab Physical di
sebelah kiri terdapat panel yang berisi modul dari router, kita pilih
yang WIC-2T.
b.
Untuk memasang modul tersebut kita harus mematikan
routernya terlebih dahulu dengan cara mengklik pada tombol ON/OFF, sehingga cahaya hijaunya
hilang.
c.
Drag module WIC-2T, yang berada pada kanan bawah ke slot yang kosong yang
berada disebelah kiri tombol power.
d.
Lalu nyalakan kembali tombol powernya seperti langkah
ke-2.
e.
Lakukan langkah diatas tersebut pada Router satunya
lagi.
5.
Setelah 2 router tadi sudah di pasang module WIC-2T, langkah selanjutnya kita
hubungkan 2 Router tersebut dengan menggunakan Cable Serial DCE. Harus diperhatikan
pada saat memasangkan kabel Serial DCE-nya, bahwa
router pertama yang dipasangkan kabel tersebut nantinya akan memiliki clock rate, karena
kedua router tersebut tidak bisa memiliki clock rate, artinya hanya salah satu
router saja yang bisa di berikan clock rate. Dalam kasus ini yang pertama dipasangkan kabelnya adalah
Router kedua (Router kanan / “Router1″)
6. Kemudian
setelah itu, klik pada Router 1 pilih menu CLI. Dan lakukan konfigurasi seperti
berikut ini. Dengan alamat IP Addressnya Fast Ethernet
adalah 192.168.1.1, sedangkan untuk IP Address serialnya adalah 192.168.2.1
Gambar 3.3 Tampilan Custom
Made Device Yang Saling Terhubung
Router> enable
Router# configure terminal
Router(config)# interface fa 0/0
Router(config-if)# ip address
192.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)# no shutdown
Router(config)# exit
Router(config)# interface s 0/0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.2.1
255.255.255.0
Router(config-if)# no shutdown
Router(config-if)# exit
Router(config)# exit
Gambar 3.4 Configurasi
Router
7. Setelah itu kembali ke gambar
topologi yang tadi anda buat, kemudian klik pada Router 2, pilih menu CLI, kemudian berilah
nomor IP 192.168.3.1 untuk Fast Ethernet-nya dan 192.168.2.2 untuk
serialnya.
Router> enable
Router# configure terminal
Router(config)# interface fa 0/1
Router(config-if)# ip address
192.168.3.1 255.255.255.0
Router(config-if)# no shutdown
Router(config)# exit
Router(config)# interface s 0/0/1
Router(config-if)#ip address 192.168.2.2
255.255.255.0
Router(config-if)# no shutdown
Router(config-if)# exit
Router(config)# exit
8. Setelah
itu konfigurasi IP Address
pada komputer client, sesuai dengan network dan alamat router yang berada dalam
satu jaringan.
Gambar 3.5 Tampilan Desktop Pada
Cisco Packet
Tracer
Caranya :
a. Klik
salah satu dari PC client yang akan anda atur IP-nya.
b. Lalu
pilih menu desktop
c. Pilih
menu IP configuration.(cek list pada pilihan static agar kita dapat mengisikan
IP-nya
sendiri)
IP Address PC
1 : 192.168.1.2
PC 2 192.168.3.2
Subnet Mask 255.255.255.0
Default Gateway PC 1 :
192.168.1.1
PC 2 : 192.168.3.1
Gambar 3.6 Configuari Pada
PC
9. Sekarang
konfigurasi pada IP router agar PC client dari router satu bisa terhubung ke PC
client
router 2. Dengan cara lakukanlah konfigurasi CLI pada menu router di bawah ini
:
Router> enable
Router# configure terminal
Router(config)# ip route 192.168.3.0
255.255.255.0 192.168.2.2
Router(config)# exit
Gambar 3.7 Configurasi Routing
Dan juga pada router yang kedua :
Router> enable
Router# configure terminal
Router(config)# ip route 192.168.1.0
255.255.255.0 192.168.2.1
Router(config)# exit
10. Lalu
ketikkan perintah “ping <IP
tujuan>”, dalam kasus ini IP tujuan adalah IP komputer. Dan
lakukan langkah ini pada komputer yang
lainnya.
Gambar 3.8 Perintah Comand Prompt
11. Jika hasil
respon dari perintah ping seperti gambar diatas maka PC 1 dan PC 2 sudah bisa saling
berkomunikasi dan terhubung.
Gambar 3.9 Device Yang
Sudah Saling Terhubung
12. Setelah
selesai kemudian cobalah untuk mengirim pesan dari PC 1 ke PC 4 (dari PC client router 1 ke PC client router 2).
Gambar 3.10 Pengiriman Paket
Pesan Dari PC 1 Ke PC 2
3.4 Tabel Index
Tabel Index | |
Index | Definisi |
Routing | Penetapan lintasan komunikasi antar sistem jaringan yang harus dilalui sebuah paket data / pesan IP sehingga mencapai tujuan. |
IOS(Internetwork Operating System) | Sistem Operasi untuk Jaringan Komputer yang dikembangkan oleh CISCO. |
CLI (Command Line Interface) | Interface antara pengguna dan komputer dengan menggunakan perintah-perintah dalam bentuk teks yang dapat dimengerti dan dijalankan oleh Sistem Operasi. |
Tabel 3.1 Gambar Tabel Index
0 Response to "Laporan PKL (Praktek Kerja Lapangan) Yang Baik dan Benar ( BAB 3)"
Posting Komentar